Kebebasan Mutlak? Bercerita atau mengkhayal?
Freedom atau kebebasan terdengar keren, namun apakah mungkin? Kebebasan seperti apa yang kalian inginkan? Semua orang ingin bebas, tanpa batasan, tanpa hambatan.
Tidak semua, namun setidaknya saya ingin menyampaikan sedikit pendapat membosankan yang saya percayai.
Dahulu, saat saya kecil, saya ingin sekali bebas. Tidak memiliki batasan, tanpa ada yang mengatur, dan dapat memiliki apa yang saya inginkan.
Namun semakin dewasa, segala keinginan seperti itu hilang. Saat ini tidak lagi ada yang mengatur saya, kecuali jikalau saya ingin. Namun dengan hilangnya itu, apakah saya merasa bebas? Tentu saja, saya bisa bebas ke mana dan ingin apa. Namun rasa bersalah yang datang tiap malam tidak berhenti, walau saya sudah mencoba menjaga rutinitas baik saya, setidaknya hanya untuk saat ini.
Namun bukan itu yang ingin saya sampaikan. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa kebebasan adalah hal fiktif yang tak mungkin dimiliki manusia, kecuali kebebasan yang dibatasi. Dan jikalau ada yang mengatakan seorang yang kaya raya dapat bebas memiliki apa yang ia inginkan, itu benar dan saya setuju. Namun apakah ia tidak mengorbankan sesuatu dalam hidupnya? Apakah ia dapat hidup selamanya? Apakah ia dapat hidup sehat terus-menerus? Tentu tidak, karena ia hanya memiliki kebebasan finansial. Dan itu bukan berarti bebas, karena masih ada hal lain yang tak mungkin ia dapatkan.
Saat kecil, saya yang bodoh selalu menangis karena orang tua saya selalu mengatur. Dan saat ini mereka tak lagi mengatur saya, dan kini saya menangis karena hal tersebut. Dan tidak selamanya kebebasan berarti baik. Jikalau sebelumnya Anda berada di sebuah kota yang memiliki aturan dan tujuan, kemudian Anda secara tiba-tiba dibuang ke sebuah dataran tandus tanpa apa pun dan tanpa aturan satu pun, apa yang Anda rasakan? Mungkin banyak orang tidak setuju dengan pendapat saya. Namun tidaklah menjadi sebuah masalah jikalau pendapat pribadi saya ini ditentang dan ditolak orang banyak, karena sesungguhnya tidaklah semua orang saling mengerti, merasakan, serta sepemikiran.
Setiap hal yang besar memiliki tanggungan yang besar. Setiap tanggungan yang besar memiliki risiko yang besar. Hukum adalah penertib, dan penertib bukan berarti pembatas. Jikalau kebebasan benar mampu didapatkan manusia, maka kita tak lagi memiliki kehidupan semacam ini, dan tak lagi ada rahasia di antara kita. Namun dengan segala yang kita punya, maka kesepian dan kehampaan akan terus melekat, yang membuat rasa bersalah kita terus datang.
Mungkin tulisan yang ambigu dan terkesan tanpa arah ini tidak berarti apa-apa. Maka kamu tidaklah perlu untuk memahami ini semuanya. Atau dengan kata lain, kamu tidaklah harus mengerti apa yang orang pikirkan. Dan kebebasan memang tak akan berarti jika kamu memikirkan orang lain. Maka dari itu, saya tidaklah percaya akan kebebasan mutlak yang manusia harapkan, dan semoga apa pun yang dapat Anda cerna dapat bermanfaat.
Dan ingatlah, jikalau setiap perbuatan atau pilihan memiliki rasa penyesalan, jadi pilihlah sesuai keinginan dan kepercayaan. Maka penyesalan yang dapat kamu toleransi akan lebih ringan.
Komentar
Posting Komentar